4 Peraturan BPJS Kesehatan

4 Peraturan BPJS Kesehatan

4 Peraturan BPJS Kesehatan

4 Peraturan BPJS Kesehatan

Berikut ini 4 peraturan penting yang harus difahami oleh masyarakat:

1. Semua Anggota Keluarga Wajib Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Seluruh Warga Negara Indonesia wajib mendaftrakan diri dan anggota keluarga dalam satu (1) KK menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini sesuai dengan peraturan BPJS Kesehatan nomor 4 Tahun 2014. Untuk mendaftar sebagai peserta BPJS dapat dilakukan baik secara online maupun offline yaitu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan daerah setempat.

2. Keanggotaan Peserta BPJS Berlaku setelah 14 Hari Pendaftaran

Masyarakat yang sudah mendaftarkan diri maka harus menunggu 14 hari semenjak pendaftaran untuk pembayaran iuran pertama, status peserta BPJS Kesehatan akan aktif sesudah iuran pertama tersebut dilakukan. Maksudnya status peserta BPJS tidak langsung aktif bersamaan dengan saat pendaftaran melainkan harus menunggu 14 hari, hal ini sesuai dengan peraturan Nomor 1 2015 BPJS Kesehatan.

3. Bayi dalam Kandungan Bisa Didaftarkan oleh Orangtua si Bayi

Untuk mengatisipasi hal yang tidak diinginkan pada si jabang bayi, orang tua dapat mendaftarkan bayi yang masih dalam kandungan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sehingga pada saat lahir dan memerlukan pelayanan kesehatan maka orang tua si bayi tidak perlu mengkhawatirkan soal biayanya. Karena biaya perawatan si bayi akan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan, misalnya si bayi mengalami kuning, prematur dan lain sebagainya.

4. Bila di PHK, BPJS Kesehatan masih bisa dipakai selama 6 bulan

Khusus bagi peserta BPJS Kesehatan dengan jenis kepesertaan melalui perusahaan (PPU), yang mana iuran peserta akan dibayar oleh perusahaan tempat dimana dia bekerja. Jika peserta tersebut terkena PHK maka BPJS yang dia punya tetap dapat dipakai selama 6 bulan. Hal tersebut tentu sangat membantu, karena PHK seringkali berdampak negatif pada keuangan para pekerja.


Baca Artikel Lainnya: