Ciri Khusus dalam Hubungan Industrial Pancasila

Ciri Khusus dalam Hubungan Industrial Pancasila

Ciri Khusus dalam Hubungan Industrial Pancasila
1. HIP mengakui dan meyakini bahwa bekerja bukan hanya bertujuan untuk sekedar mencari nafkah saja, akan tetapi sebagai pengabdian manusia kepada Tuhannya, kepada sesama manusia, kepada masyarakat, bangsa dan Negara.
2. HIP menganggap pekerja bukan hanya sekedar faktor produksi belaka, tetapi sebagai manusia pribadi dengan segala harkat dan martabatnya.
3. HIP melihat antara pekerja dan pengusaha bukanlah mempunyai kepentingan yang bertentangan anak tetapi mempunyai kepentingan yang sama yaitu kemajuan perusahaan.
4. Dalam HIP setiap perbedaan pendapat antara pekerja dan pengusaha harus diselesaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat yang dilakukan secara kekeluargaan.
5. Di dalam pandangan HIP terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam perusahaan.
6. Dalam HIP dituntut adanya saling pengertian antara karyawan dan pengusaha. Di satu pihak, pengusaha perlu menyadari dan mengakui, bahwa :
  • Karyawan perlu diajak berperan serta di dalam memecahkan persoalan-persoalan perusahaan.
  • Karyawan menghendaki agar pengusaha dapat memberikan upah yang layak.
  • Karyawan menghendaki diberi tanggungjawab terhadap pekerjaannya dan diberi kesempatan untuk berkembang.
  • Karyawan menginginkan adanya ketenangan, kepastian kerja dan diberi kesempatan untuk mengutarakan keluhan-keluhannya serta memperoleh tanggapan yang wajar dari pengusaha.
7. Di pihak karyawan dan serikat pekerja harus menyadari dan mau menerima keadaan, bahwa :
  • Fungsi memimpin dan mengendalikan perusahaan berada di tangan pengusaha yang perlu dukungan dari karyawan atau serikat pekerja.
  • Di samping memberikan upah/gaji dan kesejahteraan bagi karyawan, pengusaha masih harus menjamin keperluan-keperluan ¬†lain, seperti, perluasan usaha, penggantian barang-barang modal, pemberian deviden untuk para pemilik modal dan pembayaran pajak.
  • Pengusaha mempunyai wewenang untuk memilih dan mengangkat karyawan untuk suatu pekerjaan tertentu.
  • Keanggotaan karyawan dalam serikat pekerja tidaklah berarti mengurangi kesetiaan dan disiplin kerja karyawan terhadap peraturan perusahaan dan kepada pengusaha.

Sumber : https://ekonomija.org/