Keistimewaan Islam

Table of Contents

Keistimewaan Islam

Keistimewaan Islam

Diantara keistimewaan Islam ialah seperti yang Allah Ta`ala beritakan di dalam ayat terakhir yang turun kepada Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam yakni surat Al Ma`idah (3): “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai islam itu jadi agama bagimu”. Ini berarti bahwa Allah telah menyempurnakan nikmatnya atas hambaNya bersamaan ketika Allah menyempurnakan agama Islam ini dengan turunnya ayat 3 di surat Al Ma`idah tersebut. Ayat ini turun pada momen yang sangat istimewa. Dimana ayat ini turun pada tanggal 9 dzulhijjah, ketika Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam masih wukuf di Arafah pada hajjul akbar dan bertepatan pula pada hari jum`at pada waktu ba`dal `ashr, tahun 10 hijriyah, yakni empat bulan sebelum Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam wafat. Ini artinya ayat ini turun pada 2 hari raya kaum muslimin sekaligus yang bertemu pada satu hari yakni 9 dzulhijjah (`Iedul Adha) dan hari jum`at (hari raya pada tiap pekannya). Dan istimewanya lagi, waktu turunnya ayat ini juga pas pada ba`dal ashr yakni puncak dari amalan wukuf di `ArafahDan Juga pada hari `arafah itu pada waktu ba`dal `ashr itu adalah waktu dimana Allah Ta`ala turun ke langit dunia di atas arafah, Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam bersabda: “Pada hari `arafah sesungguhnya Allah turun ke langit dunia (langit yang terdekat denagn bumi), lalu membangga-banggakan mereka (para jama`ah haji) di hadapan para malaikat, maka Allah berfirman “perhatikanlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan kusut berdeu dan tersengat terinya matahari, datang dari segala penjuru yang jauh, Aku bersaksi kepada kalian (para malaikat) bahwa Aku telah mengampuni mereka.” (H.S.R. Ibnu Khuzaimah dan yang lainnya)Dan juga waktu tersebut adalah waktu puncaknya dikabulkannya do`a yakni pada saat ba`dal `ashr itu, Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik do`a adalah do`a pada hari `Arafah”(H.R.Tirmidzi, dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani Rahimahullah). Kemudian saat ba`dal `ashar itu juga merupakan puncak waktu yang paling istimewa di hari jum`at, dimana doa-doa dikabulkan oleh Allah Taala pada waktu itu. Pada saat yang amat sangat istimewa itulah ayat yang memberitakan tentang kesempurnaan nikmat ini diturunkan. Saking agungnya ayat ini, sampai-sampai membuat iri orang-orang Yahudi dengan ayat ini. Diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim bahwa telah datang seorang laki-laki Yahudi kepada umar Bin Al Khaththab dan berkata: “Sekiranya turun kepada kami satu ayat dalam Kitab kalian yang selalu kalian baca, maka akan kami jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai `ied (hari raya) kami. Umar berkata: ayat yang mana? si Yahudi lalu membacakan ayat tersebut (Al Ma`idah ayat 3): “ Al Yaum akmaltu lakum…. Sungguh Nabi Shalallahu `Alayhi Wasallam telah mengabarkan kesempurnaan Dienul Islam”. Saking kagumnya orang-orang kafir kepada ayat ini sehingga mereka berangan-angan seandainya ayat yang serupa turun di agama mereka maka mereka akan menjadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya mereka. Maka sebagai muslim kita patut bersyukur karena Allah telah menyempurnakan nikmatNya kepada kita dengan disempurnakannya agama Islam ini, dan juga kita di berikan hidayah dan taufiq oleh Allah sehingga kita memeluk agama Islam ini.

Sumber : https://andyouandi.net/