KUCING MENGUBUR PUPNYA SENDIRI

KUCING MENGUBUR PUPNYA SENDIRI

KUCING MENGUBUR PUPNYA SENDIRI

KUCING MENGUBUR PUPNYA SENDIRI

Kucing merupakan hewan peliharaan yang penuh dengan keunikan, dari yang kita ketahui atau bahkan belum kita ketahui. Mungkin beberapa perilaku si kucing yang pada awalnya aneh untuk kita lihat pada akhirnya menjadi make sense setelah kita mengerti si kucing dan mengetahui apa alasan dari setiap tingkah laku mereka yang menggemaskan. Disamping itu semua apa sobat kucing tahu apa alasan si kucing selalu mengubur poop-nya sendiri? Mungkin masih banyak dari kita yang belum mengetahui secara jelas apa alasan si kucing melakukan itu dan hingga sekarang masih menjadi tanda tanya besar di dalam benak. Well, kali ini kita akan bahas hal itu ya sobat kucing biar gak penasaran! Simak terus artikel tentang si kucing kali ini!

Ya, jika anjing senang mengubur tulang di dalam tanah atau pasir, si kucing malah sering mengubur poop-nya. Namun, ini merupakan insting alami dari si kucing dan kebersihan merupakan salah satu alasan mengapa si kucing melakukan hal tersebut.  Tindakan cermat si kucing untuk mengubur poop-nya sendiri ini merupakan akar dari sejarah panjang yang mengatakan bahwa seekor kucing pasti selalu menandai wilayah mereka dengan urine dan poop yang mereka keluarkan. Mungkin bagi kita itu merupakan hal yang menjijikan, namun ternyata pada urine dan juga poop si kucing itu terdapat satu zat kimia (feromone) yang berbeda-beda bagi setiap kucing yang hidup dan tentunya ini dijadikan oleh mereka sebagai tanda dari wilayah masing-masing dari mereka.

Akan tetapi berbeda di alam liar, para kucing yang termasuk ke dalam gen kucing besar atau sering juga disebut gen Panthera, yakni singa, harimau, macan tutul dan jaguar memang seringkali kita tahu memperebutkan wilayah dan selalu memperluas wilayah mereka tidak menggunakan cara yang sama dengan kucing peliharaan kita di rumah dengan mengubur poop-nya karena mereka cenderung akan ‘unjuk gigi’ dengan adu jotos untuk menunjukkan siapa yang terkuat dan memperebutkan suatu wilayah.

Tetapi bukan berarti para kucing besar tadi tidak melakukan ‘ritual’ yang sama dengan si kucing di rumah dalam hal mengubur poop mereka karena mereka juga melakukan hal yang sama untuk menandai wilayah dalam lingkup kecil dan sebagai pemberi tahu bagi para kawanan kucing besar pendatang yang masuk ke dalam wilayah mereka. Namun ternyata para kucing besar yang terlalu mengandalkan cara ini untuk mengambil suatu wilayah seringkali dikatakan sebagai kucing besar yang paling lemah dan penakut karena mereka cenderung menghindari perkelahian dan mengambil wilayah dengan cara seperti itu.

Kucing besar juga akan mengubur poop mereka di dalam tanah atau pasir untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan dari predator / musuh mereka yang akan mengambil alih wilayah mereka juga terutama untuk melindungi anak-anak mereka yang ada di sarang. Nah, kucing peliharaan kita dirumah (felis catus) memiliki naluri dan insting yang sama persis dengan para kucing besar di alam liar dalam hal ini. Meskipun kemungkinan adanya predator besar di rumah kita sangat kecil, si kucing tetap melakukan penguburan urine atau poop-nya sendiri sebagai pertahanan awal dari hal-hal yang mungkin tidak mereka inginkan terutama ancaman dari kucing lain.

“di dalam sebuah rumah yan tenang dan tidak memiliki gangguan  seluruh kucing yang dipelihara di dalamnya akan menganggap bahwa diri mereka merupakan ‘bawahan’ dari para pemeliharanya sehingga lumrah-nya seluruh kucing peliharaan di rumah akan menggunakan litter box mereka untuk membuang poop-nya dan menguburnya dengan pasir yang telah disediakan di dalamnya atau di setiap pojokkan taman di halaman rumah. Ini wajar” tukas seorang zoologist dan ethologist yang bernama Desmond Morris di dalam  bukunya yang berjudul ‘Catlore’.

Lalu salah satu alasan jika si kucing dirumah tidak menggunakan litter box-nya sebagai tempat mereka membuang poop-nya, ini merupakan pertanda bahwa si kucing telah menganggap diri mereka sebagai boss daripada kita sang pemeliharanya.

Akan tetapi hal ini tidak akan selalu terjadi apalagi jika kita telah memberlakukan litter box-training kepada si kucing sejak awal, selain itu jika si kucing yang tadinya menggunakan litter box sebagai tempat membuang poop kemudian tidak mematuhi peraturan tersebut, bisa saja si kucing ini mengidap suatu penyakit misalnya infeksi saluran kemih, masalah pencernaan sehingga mereka tidak dapat menahan poop mereka atau kembali lagi kurangnya litter box-training.

Cara termudahnya adalah kenalkanlah si kucing dengan litter box-nya sejak dini, terlebih kepada si kucing yang masih kecil. Insting seekor kucing untuk mengubur poop-nya adalah melihat sang induknya sebagai role model, sehingga tidak ada salahnya kita mengajari mereka lebih dalam perihal menggunakan litter box dan pasir di dalamnya.


Sumber:

https://rumahkucing.co.id/