POKOK-POKOK PERSEPSI

Table of Contents

POKOK-POKOK PERSEPSI

POKOK-POKOK PERSEPSI

Masing-masing individu mengadakan usaha untuk memahami lingkungan melalui pengembangan struktur, stabilitas dan makna bagi persepsinya.

1. STRUKTUR 

Jika  kita menutup mata, memalingkan muka dan  kemudian membuka     mata,  kita akan langsung melihat  lingkungan  yang terstruktur dan terorganisir. Apa yang kita hadapi mempunyai ukuran,  bentuk, tekstur, warna, intensitas  dan  lain-lain. Bayangan  kita mengenai lingkungan merupakan hasil dari  ke-giatan kita secara aktif memproses informasi, yang  mencakup seleksi  dan kategorisasi input/masukan. Kita  mengembangkan kemampuan membentuk struktur ini dengan mempelajari  katego-risasi-kategorisasi untuk memilah-milah stimulasi eksternal. Kategorisasi untuk mengklasifikasi lingkungan ini  bisa lain-lain  dari orang ke orang. Kategorisasi ini  tergantung sada  sejarah pengalaman dan pengetahuan kita- Walaupun  ada beberapa  kategori yang sifatnya universal,  terutama  dalam comunitas  sosial tertentu. Misalnya : stimulan  fisik  yang akan ditranformasikan kedalam kategori “rumah”, akan sangat berbeda antara orang Alaska dengan orang Arab yang tinggal di padang pasir.Obyek-obyek sosial dan fisik juga akan   mempunyai struktur berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan saat itu.Fungsi, misalnya, bisa. digunakan sebagai kategori. Dalam membeli pena, kita mempunyai kategori tertentu yang mencakup persyaratan khusus dalam warna, ukuran, bentuk, tinta, dan lain-lain. Tetapi kalau kita terburu-buru mau menulis, apapun yang kiranya dapat digunakan untuk menulis, bisa dimasukkan ke dalam kategori mempunyai fungsi sebagai alat menulis.

2. STABILITAS
Dunia persepsi kita yang terstruktur tadi mempunyai kelanggengan, dalam arti tidak selalu berubah-ubah. Melalui pengalaman, kita ketahui bahwa tinggi/besar seseorang tetap, walaupun ukuran dari bayangan yang terfokus
pada mata kita berubah dengan berubahnya jarak. Walaupun alat-alat  pancaindera kita sangat sensitif, kita rnampu untukecara intern menghaluskan perbedaan-perbedaan atau perubahan-perubahan dari input sehingga dunia luar nampak tetap/tidak berubah-ubah. Walaupun demikian, kita tidak dapat menghilangkan perbedaan-perbedaan/variasi-variasi yang terlalu besar; perbedaan-perbedaan sangat besar akan nampak dan jika stimulus demikian berubah, perubahan itu akan terperhatikan.

3. MAKNA
Persepsi bermakna dimungkinkan karena persepsi-persepsi terstruktur dan stabil tadi tidak terasingkan/terlepas satu sama lain, melainkan berhubungan setelah selang beberapa waktu. Jika tidak, maka setiap masukan yang sifatnya perseptual akan ditangkap sebagai sesuatu yang baru, kita akan selalu   berada dalam keadaan heran/terkejut/aneh dan tidak ada yang nampak familier bagi kita.

Makna berkembang dari pelajaran dan pengalaman kita masa lalu, di dalam kerangka kegiatan yang ada tujuannya. Kita be la jar untuk mengembangkan aturan-aturan bagi usaha atau tujuan yang ingin dicapai. Dengan aturan-aturan ini kita bertindak sebagai pemroses aktif dari stimulus. Kita mengkategorisasikan peristiwa-peristiwa dan menghubungkannyadengan peristiwa-peristiwa di masa lalu dan sekarang. Kita menjadi pemecah masalah yang aktif dalam usaha mencari makna dari lingkungan kita. Artinya, kita belajar untuk memberi makna pada persepsi-persepsi kita yang dianggap masuk akal jika dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu, tindakan-tindakan dan tujuan-tujuan masa sekarang dan antisipasi kita tentang masa depan. Suatu hal yang pokok dalam makna ini ialah sistem kode bahasa. Dengan kemampuan bahasa, kita dapat menangkap stimulasi eksternal dan menghasilkan makna dengan memberi nama dan merumuskan kategori-kategorinya. Dengan memberi kode secara linguistik  pada  pengalaman-pengalaman,  kita  dapat mengingat,  memanipulasi dan membagi bersama  dengan  orang-orang  lain,  serta menghubungkan  mereka  pada  pengalaman-pengalaman lain melalui penggunaan kata-kata yang mencerminkan pengalaman-pengalaman itu. Makna, karenanya, tidak dapat dilepaskan dari kemampuan bahasa, dan tergantung pada penggunaan  kita  atas  kata-kata yang  dapat  member!  gambaran
secara tepat.

Sumber : https://abovethefraymag.com/