SpaceX hingga Amazon Berlomba Hadirkan Layanan Internet di Dunia

SpaceX hingga Amazon Berlomba Hadirkan Layanan Internet di Dunia

SpaceX hingga Amazon Berlomba Hadirkan Layanan Internet di Dunia

 

SpaceX hingga Amazon Berlomba Hadirkan Layanan Internet di Dunia
SpaceX hingga Amazon Berlomba Hadirkan Layanan Internet di Dunia

Perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Amazon, Tesla dan perusahaan lainnya berlomba mengirim satelit mereka dan berupaya menyediakan layanan internet di daerah yang belum terjangkau di dunia.

Melansir AP News, beberapa perusahaan teknologi meminta izin ke pemerintah Amerika untuk mengoperasikan konstelasi satelit yang menyediakan layanan internet.

Tidak semua perusahaan tersebut ingin dapat menjangkau konsumen, sebagian lebih bertujuan kepada ambisi global.

“Tujuannya di sini adalah untuk punya cabang di mana-mana,” kata Jeff Bezos, pendiri Amazon dalam sebuah

konferensi pada Juni lalu.

Setengah dari populasi dunia, atau sekitar tiga miliar orang, tidak menggunakan internet, sehingga bisa jadi proyek ini memiliki mangsa pasar yang besar.

Tidak dipungkiri, internet menyediakan banyak manfaat, seperti mengakses lowongan pekerjaan, mengerjakan PR anak sekolah, memudahkan akses medis di daerah remote, dan berpartisipasi dalam ekonomi global.

Satelit internet saat ini sudah ada, didominasi oleh perusahaan seperti HughesNet dan Viasat yang menempatkan satelit pada jarak 35 ribu kilometer dari bumi dan mencakup wilayah yang luas. Sayangnya, layanan internet ini mahal dan terbatas.

Selain Amazon dan SpaceX, perusahaan teknologi bikinan Elon Musk, Tesla juga berencana memasang satelit. Demikian juga OneWeb yang sahamnya didukung oleh perusahaan chip Qualcomm dan SoftBank.

Namun, bisnis ini bakal memakan waktu sekitar tiga tahun hingga menjadi layanan komersial dan menghasilkan uang bagi perusahaan. Jika berhasil, perusahaan dapat mendapat keuntungan berlipat ganda dan nilainya dapat jauh bertambah.

Baca juga:

SpaceX Luncurkan Satelit Indonesia dan Misi Pendaratan Bulan Israel

Satelit Nusantara I Mengorbit di Papua Demi Akses Internet Desa

SpaceX, yang juga mengupayakan internet satelit yang disebut Starlink, dapat meningkatkan nilai perusahaan sebesar 90 miliar dolar AS jika proyek ini berhasil, WCCF Tech melansir.

Analis Morgan Stanley, dalam sebuah dokumen yang dirilis pada 17 September lalu menganalisa tiga kemungkinan Starlink,

Proyek Starlink gagal total dan SpaceX masih jadi perusahaan peluncur, Starlink sukses namun SpaceX memperoleh kurang dari 10 persen pengguna, dan Starlink sukses dan SpaceX dapat menguasai pasar internet sesuai target.

Untuk masing-masing analisis secara berurutan diperoleh perkiraan nilai 5 miliar, 52,7 miliar, dan 121,2 miliar dolar

AS.

Morgan menambahkan, SpaceX bisa memperoleh keuntungan dari 6 sektor sekaligus, namun sektor internet satelit memiliki bagian terbesar.

Laba menggiurkan dan mangsa pasar besar tersebut mendorong perusahaan-perusahaan besar teknologi lainnya mengupayakan era baru internet, yaitu internet satelit.

Baca Juga: